Donasi

Pendidikan di LPTQ Al Umm sepenuhnya gratis. Keberlangsungan pendidikan santri sangat bergantung kepada donasi kaum muslimin.

Salurkan bantuan Anda ke rekening
Bank Syariah Mandiri
No. 1080019210
a/n Yayasan Istiqomah Bina Umat

Hanya ALLAH sebaik-baik Pemberi balasan

Home arrow News arrow Mufassir arrow ATH-THABARIY
ATH-THABARIY PDF Print E-mail
Written by administrator   
Monday, 24 March 2008

Nama Mufassir

Abu Ja’far, Muhammad bin Jarir bin Yazid ath-Thabariy, al-Imâm al-’Allâmah, al-Hâfizh, seorang sejarawah. Beliau lahir tahun 224 H dan wafat 310 H.

Nama Kitab

Jâmi’ al-Bayân Fî Ta`wîl Ayi al-Qur`ân

Spesifikasi Umum

Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Syaikh Ibn Taimiyyah di dalam mukaddimah Ushûl at-Tafsîr, hal.90: ” Ia termasuk kitab tafsir bercorak Ma`tsûr yang paling agung dan paling besar kedudukannya. Beliau telah mengoleksi berbagai ilmu-ilmu al-Qur’an seperti Qirâ`ât (aspek-aspek bacaan), makna-maknanya, hukum-hukum fiqih yang diintisarikan dari ayat-ayatnya, penjelasan makna-makna ayat yang diambil dari bahasa orang-orang Arab, sya’ir dan sebagainya.”

‘Aqidahnya

Beliau memiliki sebuah buku seputar ‘Aqidah Ahlussunnah yang diberinya judul “Sharîh as-Sunnah” (sudah dicetak). Sementara ‘aqidahnya di dalam penafsiran, beliau adalah seorang imam panutan, membela madzhab Salaf, berargumentasi dengannya dan membelanya akan tetapi di dalam menetapkan sifat Ghadlab (marah) dan Hayâ` (malu), beliau menyebutkan semua pendapat Ahli Tafsir namun tidak menguatkan satupun darinya.

Sikapnya Terhadap Sanad

Beliau komitmen menyebutkan semua riwayat dengan sanad-sanad (jalur-jalur transmisi)-nya. Kebanyaknya tidak ditanggapi beliau baik dengan menshahihkan ataupun melemahkannya.

Sikapnya Terhadap Hukum-Hukum Fiqih

Beliau menyebutkan hukum-hukum fiqih yang ada di dalam ayat, pendapat para ulama dan madzhab-madzhab mereka, memilih salah satu darinya dan menguatkannya dengan dalil-dalil ilmiah serta menyebutkan Ijma’ umat di dalam pendapat yang telah dikuatkannya dari berbagai pendapat tersebut. Beliau adalah seorang Imam Mujtahid Muthlaq. Para Ahli Tafsir senantiasa merujuk pendapatnya dan mereka merasa berhutang budi padanya.

Sikapnya Terhadap Qirâ`ât

Beliau termasuk ulama Qirâ`ât yang terkenal. Oleh karena itu, beliau amat memperhatikan sisi Qirâ`ât dan makna-maknanya, membantah aspek-aspek bacaan yang Syâdz (aneh/langka), termasuk cakupannya yang dapat menyebabkan perubahan dan penggantian terhadap Kitabullah Ta’ala.

Sikapnya Terhadap Isrâ`iliyyât (Kisah-Kisah Tentang Bani Israil)

Di dalam kitab tafsirnya, beliau mengetengahkan juga kabar-kabar dan kisah-kisah tentang Ka’b al-Ahbar, Wahab bin Munabbih, Ibn Juraij, as-Suddiy, lalu menanggapinya secara kritis akan tetapi tidak konsisten mengkritisi semua yang diriwayatkannya.

Sikapnya Terhadap Sya’ir, Nahwu Dan Bahasa

Kitabnya banyak sekali mencakup berbagai untaian yang berisi solusi bahasa dan Nahwu. Kitabnya meraih ketenaran yang sangat besar. Kebanyakannya, dia merujuk kepada Bahasa orang-orang Arab dan terkadang menguatkan sebagian pendapat. Beliau juga memaparkan sya’ir-sya’ir Arab Kuno, berargumentasi dengannnya secara luas, banyak mengemukakan pendapat-pendapat Ahli Nahwu dan mengarahkan pendapat-pendapat mereka serta menguatkan sebagian pendapat atas pendapat yang lain.

(SUMBER: al-Qawl al-Mukhtashar al-Mubîn Fî Manâhij al-Mufassirîn karya Abu ‘Abdillah, Muhammad al-Hamûd an-Najdiy, Hal.9-11)

(Redaksi al-umm.net menyalinnya dari suryaningsih.wordpress.com)

Last Updated ( Monday, 24 March 2008 )
 
< Prev   Next >