| Bersandar hanya kepada Allah |
|
|
|
| Written by administrator | |
| Wednesday, 26 March 2008 | |
|
Penjelasan:Guna meraih keridhaan Allah Ta’ala, seorang Muslim diwajibkan untuk beramal. Tapi dalam waktu yang bersamaan diwajibkan pula pada kita untuk tidak menyandarkan diri kepada amalnya itu semata. Semua ini dimaksudkan agar dapat sampai kepada keridhaan-Nya. Karena, betapapun seorang Muslim itu telah melaksanakan suatu amalan, ia tidak akan pernah mampu untuk menunaikan apa yang menjadi ‘hak Allah secara utuh. Juga, ia tidak mungkin mampu melakukan seluruh kewajiban secara sempurna sebagai bentuk rasa syukur kepadaNya. Oleh karena itu, syaikh Ibn Athaillah rahimahullah berkata bahwa salah satu tanda dari seseorang yang menyandarkan diri kepada kekuatan amal usahanya semata adalah berkurangnya raja’ (harapan terhadap rahmat dan karunia Allah ta’ala) ketika dia melakukan kesalahan atau dosa atau tidak tercapainya suatu tujuan. Ini sesuai dengan sabda nabi Saw, “berlakulah kalian setepat dan secermat mungkin (proporsional) sebab ketahuilah bahwa amal salah seorang dari kalian tidak akan memasukkannya ke dalam syurga” Mereka para sahabat bertanya, “Lalu bagaimana dengan Anda Rasulullah?” Beliau menjawab, “Aku juga. Hanya saja Allah meliputiku dengan ampunan dan kasih sayangNya.” Diriwayatkan oleh enam Imam Hadits. Allah ta’ala berfirman, “Ini merupakan karunia Rabbku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmatNya. Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia” (An Naml: 40). |
|
| Last Updated ( Wednesday, 26 March 2008 ) |
| < Prev | Next > |
|---|












”Salah satu tanda bergantungnya seseorang kepada amalnya adalah kurangnya raja’ (harapan terhadap rahmat Allah) tatkala ia mengalami kegagalan (dosa).”